Fary Francis Ingin Bangun Timnas yang Konseptual

GaraBOLA Berita Sepak Bola Terkini Fary Francis Ingin Bangun Timnas yang Konseptual

INILAHCOM, Jakarta - Fary Francis maju dalam bursa calon Ketum PSSI 2019-2024. Dalam rencananya, jika terpilih jadi Ketum PSSI, ia ingin membangun tim nasional yang konseptual.

Menjadi salah satu dari 10 bakal calon ketum baru PSSI yang akan bertarung pada Kongres Pemilihan tanggal 2 November mendatang di Jakarta. Nama Fary sudah tak asing lagi di induk sepakbola nasional, PSSI. Ia pernah menjabat Ketua Departemen Sport Intelegent PSSI periode 2016-2020.

Berbekal pengalamannya berada di internal federasi, Fary memahami apa permasalahan serta solusi yang diperlukan PSSI dalam membangun fondasi timnas. Bila terpilih sebagai baru PSSI, Fary bakal mendatangkan mantan pelatih Lazio asal Swedia, Sven Goran Eriksson.

Pengalaman Eriksson menangani klub serta pernah membawa timnas Inggris lolos ke Piala Dunia 2002 menjadi alasan utama Fary ingin memakai jasanya. Saat ini, Eriksson yang sudah berusia 71 tahun tengah menjabat pelatih Timnas Filipina.

"Eriksson pelatih top dunia yang pernah membawa lima tim nasional dan lima negara berbeda lolos ke Piala Dunia. Eriksson akan dikontrak jangka panjang menjadi Technical Director timnas Indonesia di segala level," ujar Fary dalam diskusi olahraga bertajuk Mencari Ketum PSSI yang Ideal di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (30/10/2019) siang WIB.

Lebih lanjut, Fary sedikit menyinggung soal keberadaan kantor PSSI sebagai legitimasi sebuah induk organisasi olahraga nasional. Ia menawarkan program PSSI House yang mengintegrasikan fasilitas pengembangan sepakbola dengan aktifitas induk sepakbola nasional.

"Nah, kini sudah saatnya federasi sepak bola Indonesia memiliki “rumah PSSI” (PSSI House). Ini adalah one step complex dimana di tempat ini semuanya terpadu: office, training facilities, dome, gymnastic, hall, swimming pool, mini stadium," ia menambahkan.

"Pertanyaan kita, sampai kapan federasi kantornya terus nomaden dan tidak memiliki training ground yang komplet?," ia memungkasi.

Fary Francis Ingin Bangun Timnas yang Konseptual