Kena Denda Besar Panpel Persib Tak Mau Kecolongan
INILAHCOM, Bandung - Persib Bandung mendapat sanksi dari Komdis PSSI hingga ratusan juta Rupiah akibat ulah pendukungnya di laga kandang. Ini menjadi perhatian serius panpel pertandingan Persib.
Dari empat laga kandang yang sudah dimainkan sejauh ini di Liga 1 2019, Komdis PSSI telah menghukum Persib berupa denda sebesar Rp 145 juta. Rinciannya Persib dihukum Rp 50 juta karena pelemparan oleh suporter. Plus Rp 20 juta karena panpel tidak memberi rasa nyaman kepada pendukung tim tamu ketika menjamu Tira Persikabo. Denda kedua diberikan ketika melawan Bhayangkara FC lalu dan angkanya bertambah menjadi Rp 75 juta karena pengulangan.
Hal tersebut tentu bukan kabar baik bagi klub, pasalnya uang ratusan juta harus terbuang sia-sia cuma untuk membayar denda akibat tindakan merugikan fans yang tidak bertanggung jawab.
General Coordinator Panpel Pertandingan Persib Bandung, Budhi Bram Rachman, menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan keamanan pertandingan. Dia tidak mau kesalahan serupa terjadi dan membuat pihak klub terus mengeluarkan dana untuk membayar denda.
"Untuk masalah flare ya kita sudah melakukan pengamanan berupa body check. Upaya sudah ada protapnya dari kepolisian atau di internal juga. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik," kata Bram dikutip dari laman Simamaung.
Kesigapan panpel akan diuji saat Persib menjamu Kalteng Putra di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (16/7/2019) besok. Bram tidak mau panpel kecolongan oknum-oknum fans yang berpotensi memicu tindakan anarkis di dalam stadion.
"Yang pasti kita mau lebih baik untuk pelaksanaan pertandingan seperti pintu masuk masih kecolongan, bawa flare, pelemparan, tapi ya itu mungkin kita lebih harus tegas untuk menangani hal serupa."
"Kemarin sebenarnya pada pertandingan lawan Madura ada razia flare, ada yang kena dan alhamdulillah selanjutbya engga ada tapi malah ada pelemparan nah ini harus lebih tegas," ia memungkasi.
